Basket / Berita Olahraga / NBA / Olahraga

Cerita Pensiunan NBA Nikola Pekovic, dari Bandar Narkoba hingga Tertular Korona

Cerita Pensiunan NBA Nikola Pekovic, dari Bandar Narkoba hingga Tertular Korona – Nikola Pekovic sangat ditakuti saat bermain di area kunci Minnesota Timberwolves. Dengan tinggi 2,11 meter dan berat badan 139 kilogram, Pekovic pernah dinobatkan sebagai pemain terkuat di NBA. Tetapi masa pensiunnya kelam. Pekovic dilaporkan menjadi bandar narkoba, dan terakhir terinveksi virus korona.

Pekovic aktif sebagai pemain basket profesional sejak 2003. Pemain keturunan Serbia – Montenegro tersebut mengawali karier di klub Atlas. Kemudian pindah ke Avala Ada, Partizan, dan pada 2008 hingga 2010 memperkuat Panathinaikos. Di klub tersebut Pekovic mendapatkan semua popularitasnya. Dia menjadi juara EuroLeague (2009), Juara Liga Yunani, Juara Piala Yunani, Juala Liga Adriatik, dan Juara Liga Serbia. Semua dia dapatkan bersama Panathinaikos.

Pada tahun 2008, Pekovic direkrut oleh Minnesota Timberwolves dari Draft NBA. Sayangnya, dia harus menunggu dua tahun karena masih punya kontrak dengan Panathinaikos, serta menyelesaikan kewajiban wajib militer di negaranya. Karena itu catatan Pekovic di NBA dimulai pada tahun 2010. Pekovic dianggap sebagai pemain pengganti terbaik di Timberwolves.

Pada tahun 2012, Pekovic sukses menggantikan peran Darko Milicic, senter utama Wolves yang mengalami cedera. Pekovic mencetak rata-rata 13,9 poin dan 7,4 rebound per gim di musim 2011-2012. Dia finis di urutan ketiga dalam pemungutan suara untuk Most Improved Player of the Year. Pada musim 2012-2013, Pekovic berbagi peran dengan Kevin Love. Mereka berdua membuat Wolves mencetak rekor 31-51, yang menjadi catatan kemenangan terbaik Wolves sejak kepergian Kevin Garnett tahun 2016. Pekovic menyumbang 16 poin dan 8,8 rebound per gim.

Baca Juga : Philadelphia 76ers Siap Kejar Pertukaran untuk James Harden

Karier Pekovic mulai redup di tahun 2013. Setelah menerima kontrak AS$60 juta selama lima tahun, dia malah cedera. Selama musim 2014-2015, Pekovic harus berjuang untuk sembuh dari cedera pergelangan kaki hingga operasi tendon Achilles kanan. Padahal saat itu Pekovic diharapkan bisa tampil sebagai pemain inti karena Timberwoles sudah melepas Kevin Love.

Kondisi Pekovic semakin buruk di musim 2016-2017. Dia absen sepanjang musim dan merasa sudah saatnya meninggalkan lapangan basket. Pada 20 Juni 2017, Pekovic dibebaskan dari kewajiban kontak oleh Timberwolves.

Sejak saat itu, cerita kelam dimulai. Pekovic ternyata memulai karier baru sebagai bandar narkoba. Kasus ini terungkap pada tahun 2018. Saat itu, menurut EuroHoops, polisi Beograd menyita sebuah mobil dengan pelat nomor Amerika Serikat yang terdaftar sebagai milik Pekovic. Di dalam mobil tersebut ditemukan senjata dan obat-obatan terlarang. Pecovic memang tidak ada di mobil tersebut, tetapi ada dua rekan Darko Saric, salah satu gembong narkoba terkenal.

Ternyata selama masih aktif bermain, Pekovic dikenal memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh dunia hitam di Montenegro dan Serbia. Bahkan rekan-rekannya di Timberwolves memanggilnya dengan sebutan “The Godfather”. Belakangan semuanya tahu bahwa julukan tersebut memang berkaitan dengan bisnis narkoba. Pekovic nyatanya tidak pernah menyangkal hubungannya dengan mafia Serbia.

Baca Juga : Skenario ‘Gelembung’ Selamatkan NBA dari Penalti Sponsor

Pada 10 Oktober lalu, situs berita Serbia Telegraf melaporkan bahwa Nikola Pekovic dirawat di rumah sakit karena terinveksi virus korona. Pekovic yang saat ini bertugas sebagai manajer timnas Montenegro mengalami radang di kedua paru-paru dan bernafas dengan alat bantu. Tetapi keluarga Pekovic melalui situs Serbian Blic menyangkal bahwa kondisi Pekovic memburuk. Justru pihak keluarga mengatakan bahwa Pekovic dalam kondisi stabil.

Sebenarnya cerita kelam mengenai narkoba di NBA sudah banyak yang terungkap, seperti Caron Butler. Pemain yang pernah membela Miami Heat, Los Angeles Lakers, Washington Wizards, Dallas Mavericks, LA Clippers, Milwaukee Bucks, OKC Thunder, Detroit Pistons, dan Sacramento Kings. Butler menjual narkoba di usia 11 tahun, dan ditangkap polisi di usia 15 tahun. Butler berniat mengakhiri masa kelam hidupnya dengan bermain basket. Hasilnya, dia menjadi bintang NBA dengan dua kali terpilih All-Star (2007 dan 2018), serta satu cincin juara bersama Mavericks (2011).